SUARABANUA.COM, Banjarbaru - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan terus mengakselerasi program rehabilitasi dan pembangunan lumbung pangan serta gudang penyimpanan komoditas strategis di sejumlah wilayah sentra produksi. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, di Banjarbaru, Senin menyampaikan, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026.
“Rehabilitasi lumbung pangan. Ini sangat penting, terutama ketika kita mengalami banjir atau kondisi tertentu yang mempengaruhi distribusi dan produksi pangan,” ujarnya Syamsir.
Menurut syamsir, keberadaan lumbung pangan menjadi solusi strategis sebagai tempat penyimpanan komoditas, khususnya padi dan jagung, agar tetap aman dan memiliki nilai tambah ekonomi.
Selain rehabilitasi lumbung, pemerintah juga menyiapkan pembangunan gudang (storage) untuk mendukung pengelolaan hasil panen, termasuk jagung yang telah melalui proses pengeringan (dryer).
“Produksi padi dan jagung kita cenderung meningkat dan bisa berubah-ubah setiap musim. Jika kita siapkan lumbung dan gudang yang memadai, maka komoditas tersebut bisa dikelola dengan baik dan memiliki harga jual yang lebih stabil serta bernilai lebih tinggi,” jelasnya.
Syamsir menambahkan, untuk komoditas jagung, penyimpanan yang baik setelah proses pengeringan sangat menentukan kualitas dan daya tahan hasil panen. Sementara untuk padi, pengelolaan yang tepat juga akan meningkatkan mutu beras yang dihasilkan.
Pemerintah Provinsi Kalsel pun mendorong agar petani semakin mandiri dalam manajemen hasil panen, dengan dukungan sarana dan prasarana yang disiapkan pemerintah daerah.
Beberapa wilayah sentra produksi menjadi prioritas dalam program ini. Untuk komoditas padi, sentra produksi berada di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Tanah Laut, Banjar, dan Hulu Sungai Tengah.
Wilayah-wilayah tersebut akan menjadi fokus rehabilitasi maupun pembangunan lumbung pangan baru, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Kita akan melihat ketersediaan anggaran, apalagi ada penyesuaian anggaran secara nasional. Namun prinsipnya, sentra-sentra produksi akan kita prioritaskan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan hilirisasi. Selama ini, sejumlah daerah lebih banyak mendistribusikan gabah. Ke depan, pemerintah mendorong agar nilai tambah dapat dinikmati lebih besar melalui distribusi dalam bentuk beras.
“Upaya penguatan lumbung pangan ini sejalan dengan misi pembangunan pertanian daerah dalam meningkatkan produksi, memperkuat cadangan pangan, serta menjaga stabilitas harga. Indeks Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan pada 2025 tercatat berada pada posisi yang membanggakan secara nasional. (SB-adpim)
Posting Komentar