Ajang penilaian Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Dimensi
Penurunan Tingkat Pengangguran yang dilaksanakan oleh Badan Strategi Kebijakan
Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri melalui zoom meeting ini diikuti oleh 70 (tujuh
puluh) pemerintah daerah dari seluruh Indonesia, yang dibagi dalam 6 (enam)
breakout room, yakni Sumatera, Jawa Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara,
Maluku dan papua.
Dalam presentasinya, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin
menyampaikan program penurunan pengangguran terbuka dan hal terkait lainnya
yang berkaitan dengan visi misi Gubernur H Muhidin beserta Wakil Gubernur
Hasnuryadi Sulaiman, untuk Kalsel.
“Tahun 2025 yang sudah kita programkan terkait perencanaan
tenaga kerja, realisasinya mencapai 96,48 persen dengan anggaran yang telah
dikeluarkan sebesar 168.122.000 rupiah. Pelatihan kerja dan produktivitas
tenaga kerja juga telah dilakukan, dengan realisasi anggaran sebesar 90,05
persen. Begitu juga dengan penempatan tenaga kerja, sudah berjalan dengan
persentase terealisasi sebesar 96,58 persen,” papar Sekdaprov Kalsel di hadapan
tim penilai secara daring.
Tiga program tersebut, disampaikan Syarifuddin masih terus
diprogramkan untuk dilaksanakan di tahun 2026.
“Kolaborasi dan Kerjasama Strategis dalam Penurunan
Pengangguran Terbuka yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Provinsi Kalimantan juga terus dilakukan, seperti TKDV (Tim Koordinasi Daerah
Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi), KADIN
(Perusahaan-perusahaan di bawah kadin mengikuti kegiatan pemagangan
yangdiselenggarakan oleh dinas tenaga kerja dan transmigrasi), melakukan
pelatihan bersama BPJS ketenagakerjaan dengan Melaksanakan kegiatan pelatihan
kejuruan tata boga dengan peserta disabilitas), LPK (Pelaksanaan kegiatan
pelatihan yang tidak dapat diakomodasi oleh BLK diselenggarakan melalui kerja
sama dengan LPK) serta BP2MI (Sosialisasi lowongan kerja di luar negeri),”
ucapnya.
Inovasi Daerah untuk Urusan Ketenagakerjaan juga dilakukan,
seperti adanya Cafe Inklusi, yang merupakan unit usaha sosial yang diinisiasi
dan menjadi gagasan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi
Kalimantan Selatan sebagai bagian dari program pemberdayaan tenaga kerja
inklusi di Kalimantan Selatan, dengan melibatkan anak berkebutuhan khusus.
“Bukan hanya Disnakertrans, SKPD lainpun mendorong
pengurangan jumlah pengangguran di Kalsel, seperti Dinas Pertanian, Dinas
Koperasi dan UKM serta SKPD lain, yang banyak memberikan kesempatan pada
pencari kerja di Kalsel,” papar Syarifuddin.
Tahapan awal penilaian Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah
Dimensi Penurunan Tingkat Pengangguran ini dibuka secara resmi oleh Kepala
Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo.
Selanjutnya, setelah tahapan presentasi ini selesai dilaksanakan akan
dilanjutkan dengan validasi lapangan sebagai bagian penting dalam proses
penilaian tahapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Informasi yang
disampaikan dalam presentasi bener-bener mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Seperti diketahui, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam upaya penurunan tingkat pengangguran.

Posting Komentar