Pasar rakyat Yang di gelar Pemprov Kalsel ringankan ekonomi warga selama Ramadhan


SUARABANUA.COM, Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menggelar pasar rakyat guna meringankan beban ekonomi warga di tengah kenaikan sejumlah harga bahan pokok menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.


Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Ahmad Bagiawan di Banjarmasin, Minggu mengatakan, kegiatan pasar rakyat itu kolaborasi Pemprov Kalsel bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan BUMN pangan, yang digelar di eks kantor gubernur di Banjarmasin mulai Sabtu (14/1).


“Pasar rakyat menjadi bagian dari langkah stabilisasi harga menjelang Ramadhan saat permintaan masyarakat meningkat. Menjelang Ramadhan beberapa harga bahan pokok mengalami fluktuasi, komoditas yang cukup dominan naik saat ini adalah ayam ras dan cabai,” ucapnya.




Ia menyebut di pasar umum, harga ayam ras yang sebelumnya berkisar Rp33.000–Rp35.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram akibat peningkatan harga pakan.


Sementara itu, harga cabai rawit menembus di atas Rp40.000 per kilogram karena berkurangnya pasokan akibat genangan di sejumlah lahan produksi.


Bagiawan memastikan pihaknya bersama tim pengawasan dan aparat kepolisian terus melakukan pemantauan distribusi untuk mencegah praktik penimbunan dan memastikan ketersediaan tetap aman, dan mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.


Pasar rakyat itu melibatkan beberapa SKPD seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Perum Bulog.


Ketua BKOW Kalsel Ellyana Trisya Hasnuryadi mengatakan, kolaborasi itu bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga distributor langsung.


“Terdapat paket bahan pokok senilai Rp92.000 yang dapat ditebus masyarakat seharga Rp50.000. Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel Suparmi memastikan ketersediaan daging ayam ras dan telur ayam ras di daerah tersebut dalam kondisi aman dan surplus.

Ia menyampaikan, harga telur ayam ras di tingkat produsen berkisar Rp26.000–Rp27.000 per kilogram, sedangkan ayam ras hidup Rp25.000–Rp26.000 per kilogram. Kalimantan Selatan bahkan mampu memasok kebutuhan ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.


Pemprov Kalsel berharap pasar rakyat tersebut dapat menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta menciptakan suasana Ramadhan yang lebih tenang dan kondusif. (SB-adpim)

Post a Comment

أحدث أقدم